Selasa, 18 Januari 2011

@ Lelaki Ini 15 Tahun Cari Pembunuh Anaknya

VIVAnews - Fransisco Holgado, lelaki 66 tahun yang selalu berpakaian serba hitam dan memiliki dua kepribadian. Siang dia menjadi seorang ayah, malam dia menjadi pemburu pembunuh anaknya.

Ini adalah tahun ke 15 sejak anaknya, Juan Holgado, terbunuh dengan lebih dari 30 tusukan. Seperti dilansir dari laman Associated Press, Sabtu, 15 Januari 2011, Fransisco Holgado menghitung setiap tahun kematian anaknya tersebut di sebuah tembok di kota Jerez De La Frontera, Spanyol.

Pada tembok itu tertulis “14 tahun. Keadilan untuk Juan Holgado”. Holgado menimpa angka 14 tahun dengan cat putih dan menggantinya dengan angka 15 tahun. Selama itu pula, Holgado berjuang mencari pembunuh anaknya sampai ke sarang bromocorah di kota yang terletak di Spanyol selatan itu.

Holgado mengambil pensiun dini di kantornya demi melancarkan misinya. Istrinya bahkan menceraikannya, dan ketiga anaknya mulai mengacuhkannya. Dengan menggunakan wig murahan, kacamata dan sebuah topi, Holgado menyamar dan mendekati semua penjahat di lokasi tersebut.

“Apa yang harus seorang ayah lakukan? Seorang ayah yang anaknya dibunuh tidak bisa hanya duduk di rumah. Dia harus menemukan pembunuhnya, bahkan mengorbankan nyawanya jika diperlukan,” ujar Holgado yang setiap hari ziarah ke makam anaknya, dan sampai saat ini, Holgado masih mengenakan pakaian hitam-hitam, tanda berkabung.

Juan Holgado, 26, terbunuh pada 22 November 1995 saat bekerja di sebuah pompa bensin. Dia ditemukan bersimbah darah dengan puluhan tusukan. Pembunuhnya berhasil kabur setelah mengacak-acak toko di pompa bensin dan melarikan uang beberapa ratus dolar, beberapa pak rokok, dan beberapa botol minuman alkohol.

Penyelidikan kematiannya terbentur kurangnya barang bukti pada penyidikan. Tempat kejadian perkara (TKP) yang semula penuh dengan darah, pecahan kaca, dan bekas perkelahian telah dibersihkan pemilik pompa bensin. Beberapa fotografer dan wartawan juga merusak TKP. Sidik jari tersangka juga telah hilang tanpa bekas. Inilah yang menyebabkan pengadilan tidak bisa menangkap satu orang pun hingga saat ini.

Demi mendapatkan informasi dari lokasi kejahatan. Helgado menyamar menjadi Pepe. Dia berhasil berteman dengan para pengedar obat-obatan terlarang, perampok, dan pelacur. Semuanya demi mendapatkan informasi mengenai pelaku. Bak agen mata-mata, semua percakapan dengan mereka direkamnya dengan apik di sebuah kaset.

Terdapat puluhan rekaman dalam kaset berdurasi 60 menit. Empat orang tersangka telah berhasil dia tangkap, namun semuanya akhirnya dibebaskan karena kurang bukti. Seorang pemuda yang paling dicurigainya adalah Pedro Asencio, pemuda ini mengaku kepada Pepe telah membakar bajunya yang berlumuran darah kala itu, dia juga mengatakan akan membunuh Fransisco Helgado.

Namun bukannya melampiaskan kekesalannya pada Asencio, Helgado malah menyelamatkan nyawanya. Ketika itu keduanya tengah berkendara, Asencio yang tengah mabuk melihat seekor kelinci dan tiba-tiba mengejarnya. Mabuk, Asencio tercebur ke sungai dan meminta pertolongan. Helgado menolongnya tanpa pikir panjang.

“Apa yang harus aku lakukan? Jika dia tenggelam, tidak ada yang akan tahu pembunuhnya. Saya ingin melihat ini sampai akhir, saya tidak ingin setengah-setengah,” ujar Helgado.

Namun, Asencio dibebaskan karena kurang bukti. Saat ini, Asencio entah ke mana, Helgado terus mencari bukti pendukung.

Helgado terkenal karena kenekatannya di acara-acara publik. Dia pernah berdiri di tengah rel kereta untuk menghentikan kereta ke Madrid. Dia menempeli kota dengan poster dan mencoret-coret gedung menuntut keadilan.

Dia juga dua kali pernah mengganggu jalannya pertandingan sepakbola dengan berlari ke tengah lapangan membawa banner dan bunga carnation, yang berarti dia tidak akan melupakan anaknya. “Dia adalah pejuang yang gigih,” ujar kawan Helgado, Pablo Berrera, 33, seorang bartender.

Senin, 17 Januari 2011

@ definisi web 2.0

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

DEFINISI WEB 2.0

Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini. Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.

Walaupun definisi mengenai Web 2.0 masih belum secara utuh diformulasikan

sampai hari ini, ada pihak yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog (Konek edisi 5 Februari 2006). Dengan adanya RSS di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.

Namun O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa Web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software - software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi Web 2.0 pada tahun 2005.

SUMBER

http://www.deptan.go.id/pusdatin/admin/RB/Internet/web20.pdf

DEFINISI WEB 2.0

Seorang programmer akan bicara panjang lebar dan kemudian merujuk pada Ajax dan Web Services. Bagi marketer, web2.0 hanyalah sebuah buzzword dari makin beragamnya user experience. Bagi mereka yang anti-Microsoft, itu bermakna mengganti desktop sebagai computing platform. Ada juga yang berpendapat istilah itu untuk generasi kedua servis berbasis Internet seperti situs jaringan sosial seperti Friendster, Wikis, Communications Tools dan folskonomies. Ada yang menggampangkan dengan mengartikan Web2.0 = Web1.0+Web1.0.

Jika Web1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain. Diandaikan juga, ketika dulu di restoran disodori menu makanan tapi sekarang silahkan ngambil sendiri (prasmanan). Majalah Information Week (09/2007) memberi definisi “Web 2.0 is all the Websites out there that get their value from the actions of users”. Jadi inti dari sebuah web 2.0 adalah keterlibatan user dan kecanggihan web tersebut dalam kolaborasi, interaksi dan melayani user. Contohnya adalah usaha pembaca dalam berkomentar dan trackbacks di blog. Dari sisi web, adalah adanya RSS di dalam Blog dimana semua informasi Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.

User yang paling awampun tidak hanya sekedar bisa membaca halaman web tetapi juga bisa buat dan merespon sebuah content. Mau komentar mudah. Mau bikin blog mudah. Mau jadi member dan menambah teman di Friendster mudah. Tidakperlu ngerti programming atau web desin untuk melakukan itu semua. Jika Web1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web2.0 adalah dunianya user, ada pihak yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog.

Dengan adanya RSS (adalah teknologi penyampai berita. Kepanjangan RSS : Really Simple Syndication) di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.
Namun O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa Web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software-software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi Web 2.0 pada tahun 2005.

SUMBER

http://cenggiap.net/?p=40

@ jawaban soal

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

JAWABAN TUGAS DOI

1. Is there a basic human need to organize?

Ada, karena sebenarnya organisasi adalah kemampuan dasar oleh manusia. Kebutuhan yang utama yang harus diorganisir adalah informasi dan pengetahuan. Dalam proses pembelajarannya dan seiring berjalannya waktu, manusia semakin terampil dalam hal kemampuan untuk mengatur sesuatu. Jadi, proses pembelajaran manusia didasari oleh ilmu untuk menganalisa dan mengorganisir data,informasi dan pengetahuan.

2. Why do we need to organize?

Dari organisasi manusia bisa hidup. Karena pengorganisasian dibutuhkan untuk mendapatkan kemudahan untuk mencari kembali apa yang sudah kita simpan. Contoh: meja belajar, kita harus mengatur buku-buku kita supaya pada saat kita belajar dapat kita tidak sulit mencari buku yang dicari.

3. What is organization of recorded information?

Pengorganisasia terekam adalah sebuah urutan langkah dimana urutan tersebut bermula dari mendapatkan informasi terekamnya kemudian memilah-milahnya sesuai dengan klasifikasi dan katagori lalu menempatkannya pada tempat-tempat yang telah ditentukan lokasinya sehingga untuk mendapatkannya kembali akan lebih mudah dengan mengetahui lokasinya saja. Dapat juga Recorded Information atau informasi yang terekam merupakan suatu informasi, kegiatan, atau pelaksanaan suatu kegiatan yang lengkap dan sah.

4. How is organization of information in the different environments?:

a. Libraries

perpustakaan berawal dari proses yang disebut pengembangan koleksi. Yang dapat dilakukan dengan ada 3 cara yaitu, pertama pustakawan mencari tau tentang keberadaan karya-karya baru melalui review, pengumuman penerbit, permintaan dari pemustaka, dsb. Kedua, hadiah yang diberikan perpustakaan. Ketiga, rencana yang telah disetujui dan disusun dengan para penjual buku untuk memasukan bahan pustaka baru yang telah dipilih sebelumnya. Dan tententunya jurnal2 akan tetap dijadikan sebagai koleksi. Setelah bahan perpustakaan tiba di perpustakaan, pihak perpustakaan atau pengelola perpustakaan dapat mengklasifikasikan berdasarkan subjeknya. Pembuatan katalog dan oenempelan data buku seperti call number dan stiker pengaman. Setelah proses klasifikasi selesai, buku akan diletakkan pada rak-rak tertentu.

b. Arcieves

Koleksi2 arsip adalah koleksi yang unik karena tidak ada duplikatnya. Koleksi2 arsip merupakan data personal, naskah asli, dan laporan tahunan, dan lain –lain. Baik dalam bentuk teks, ide, suara, kertas. Arsip juga memanfaatkan database untuk sampai ke koleksi2nya seperti perpustakaan. Database tsbt berisi desccription of archival material dalam berbagai bentuk seperti accession record, finding aid, dan catalog record. Arsip menggunakan sistem akses tertutup dimana hanya staf yang bisa mengambil arsip di kumpulannya dan hanya boleh dibaca ditempat.

c. Museum and art galleries

dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat

d. The internet

Suatu pengorganisasian rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol).

e. Data administration and office environment

pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan

@ contoh bibliografi

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

Jawaban Tugas DOI

1. Bibliografi Nasional

001 – Ilmu Pengetahuan Umum

001.42

Metologi penelitian sosial dan pendidikan : teori – aplikasi / Nurul Zuriah, -- Jakarta : Bumi Aksara, 2006. Ix, 291 hlm. ; 23 cm

Termasuk bibliografi ISBN 979-526-859-7

Sumber : Bibliografi Nasional Indonesia, Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, tahun terbit buku 2007.

2. Katalog Perpustakaan

015 Larsen Kund

Lar National bibliographical service ; their creation and operation. / paris / Unesco / 1953 / x, 142 p.

Sumber : katalog perpustakaan gedung 8

3. Katalog Induk

Hiro, Dilip War without end : the rise of islamist terorism and global response / by DILIP Hiro. – London : Routledge, 2002. Xxiv, 513 hlm. ; 20 cm

JKPKKOM

Sumber : Katalog Induk Nasional = National Union Catalog, Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, tahun terbit buku 2004.

4. Indeks

Social Interaction

0022 Komukasi yang baik antar karyawan ( Good communication among employees ) / Bahri, Syamsul, Teknika. 3 ( 2 ) 1993 : 170 – 173

Sumber : Indeks Majalah Ilmiah Indonesia, Jakarta : Pet Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, 1981.

5. Indeks dan Abstrak

66635. ARBESMAN, CARL E. JOHN I. WYPYCH, ROBERT E. REISMAN and ERNST H. BEUTNER. ( 100 High St, Bufallo, N. Y. 14203, USA. ) IgE levels in sera of patients with pemphigus or bullous pemphigoid. AECH DERMATOL 110 ( 3 ) : 378 – 381. 1974. [ in Engl. With Engl. Summ. ] – elevated serum ig [ immunoglobin ] E levels were present in pemphigoid patients but not in those with pemphigus. The exact pathophysiologic or immunologic explanation of the elevated serum IgE levels in pemphigoid has not been determinated yet.

Sumber : BIOLOGICAL ABSTRACTS, Philadephia, Pennsylvania 19103 U.S.A, tahun terbit 1974

@ jawaban soal

PUTRI APRILIA

1006707734

kelas c

JAWABAN LATIHAN BAB I

1. Pengertian teknologi informasi dalam konteks ilmu kearsipan adalah sebagai cabang ilmu yang mengelola informasi sepanjang siklus hidup informasi tersebut, mulai dari tahap penciptaan hingga tahap penyimpanan permanen sebagai arsip.

Istilah teknologi informasi secara sederhana dapat diartikan sebagai teknologi yang berkaitan erat dengan informasi. Jika dijabarkan secara lebih terinci, maka pengertian teknologi informasi adalah sebagai berikut :

® Studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis dan mengdistribusikan apa saja termasuk kata – kata, bilangan dan gambar.

® Teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, serta teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

® Segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis.

® Teknologi yang mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil dan memanipulasi atau menampilkan data.

Pengertian teknologi informasi dalam konteks bidang ilmu perpustakaan dan kearsipan adalah teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, merekam, menyimpan, menelusur, menganalisis, dan mengkomunikasikan informasi baik dalam bentuk data, teks, gambar, suara, atau video.

Dengan demikian, teknologi informasi merupakan suatu istilah yang dapat dipakai terhadap berbagai macam hal dan kemampuan yang digunakan dalam pembentukan, penyimpanan, dan penyebaran informasi.

2. Contoh penerapan teknologi informasi di kehidupan sekitar kita

® Di dalam Pendaftaran Rencana Studi

Dahulu, pada setiap awal semester, mahasiswa harus datang ke Departemen di Universitasnya untuk mendaftarkan mata kuliah yang akan diambilnya pada semester tersebut. Mahasiswa harus menunggu, seringkali dalam antrian yang panjang, untuk mendapat pengesahan dari dosen bimbingan dan petugas administrasi. Kini, mahasiswa tidak perlu lagi ke Departemen karena sekarang pendaftaran sudah dapat dilakukan secara online dengan mengakses situs Web Universitasnya, kemudian masuk ke bagian registrasi dan memilih berbagai mata kuliah yang ditawarkan serta mendaftarkan rencana studinya secara online. Pembimbing dan petugas administrasi dapat melakukan proses persetujuan dan pengesahan rencana studi tersebut secara online pula.

® Di dalam Penjualan Buku

Dahulu, jika ingin membeli buku maka kita harus pergi ke sebuah toko buku unyuk memilih dan melakukan transaksi pembelian di sana. Kini, kita dapat mengakses secara online dalam pembelian dengan cara mengunjungi situs Web dari penerbit atau berbagai toko buku, lalu memilih judul – judul buku yang ingin kita beli. Transaksi pembayaran dapat dilakukan secara online, kemudian buku – buku yang sudah kita beli akan dikirim ke tempat tinggal kita. Selain itu, kini juga terdapat berbagai buku digital yang dapat kita unduh (download) dari penerbitnya, baik secara gratis maupun dengan membayar.

® Di dalam Fotografi

Dahulu, untuk melakukan pemotretan kita harus mulai dengan membeli film di toko. Setelah seluruh rol film digunakan, film dibawa ke tempat cuci cetak foto untuk di proses dan dicetak. Saat ini, dengan bantuan kamera digital, tidak lagi dibutuhkan rol film dan pemrosesan. Kita dapat melihat hasil pemotretan dengan segera, dapat mengubah posisi atau memperbesar foto – foto tersebut dan mencetaknya dengan segera. Kita juga dapat mengirim foto – foto tersebut melalui e-mail atau fasilitas di telepon seluler.

By :
Free Blog Templates