Selasa, 18 Januari 2011

@ Tak Bayar Tol, Shi Dibui Seumur Hidup

BEIJING, KOMPAS.com — Shi Jianfeng, seorang petani di Provinsi Henan, China, pekan lalu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena dinilai menghindar dari biaya jalan tol senilai 3,68 juta yuan atau sekitar Rp 5,05 miliar. Pelat nomor mobil militer palsu yang dipasang di dua truk pengangkut pasir miliknya telah dipakai menghindar dari pungutan biaya jalan tol tak kurang dari 2.300 kali.

Di China, mobil-mobil militer memang dikecualikan dari pungutan jalan tol. Putusan hukuman seumur hidup kepada petani ini menimbulkan reaksi publik yang luar biasa. Bahkan, seorang hakim dan dua anggota majelis hakim pengadilan yang mengadili kasus Shi Jianfeng malah dicopot dari jabatan.

Apa pasal? Mereka dinilai tak cermat menangani perkara, sudah keburu memvonis, padahal kurang bukti. Ternyata, suatu ketika adik terpidana, Shi Junfeng, menyerahkan diri kepada polisi, mengaku bahwa sebenarnya kakaknya tak bersalah. Si kakak mengambil alih kesalahan yang dilakukan adiknya. Shi juga mengaku menyuap petugas pengadilan.

@ Daftar Pemenang Golden Globes 2011


The Social Network, film tentang konflik dibalik pembuatan situs Facebook, membawa pulang piala terbanyak di Golden Globes 2011. Selain dinobatkan sebagai film terbaik, film ini pun menyabet penghargaan Best Screenplay, Best Original Score (yang dikerjakan oleh musisi Trent Reznor dan Atticus Ross), dan Best Director yang dibawa pulang oleh sang sutradara David Fincher.

Berkat aktingnya yang gemilang di film Black Swan, Natalie Portman pun membawa satu piala untuk kategori Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama.

Ini dia daftar lengkap pemenang Golden Globes 2011.

Best Motion Picture - Drama
The Social Network (2010)

Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Drama
Colin Firth for The King's Speech (2010)

Best Motion Picture - Musical or Comedy
The Kids Are All Right (2010)

Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Drama
Natalie Portman for Black Swan (2010)

Best Performance by an Actor in a Motion Picture - Musical or Comedy
Paul Giamatti for Barney's Version (2010)

Best Television Series - Musical or Comedy
"Glee" (2009)

Best Director - Motion Picture
David Fincher for The Social Network (2010)

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Motion Picture
Melissa Leo for The Fighter (2010)

Best Performance by an Actor in a Television Series - Musical or Comedy
Jim Parsons for "The Big Bang Theory" (2007)

Best Performance by an Actress in a Television Series - Musical or Comedy
Laura Linney for "The Big C" (2010)

Best Foreign Language Film
In a Better World (2010)(Denmark)

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television
Jane Lynch for "Glee" (2009)

Best Screenplay - Motion Picture
The Social Network (2010) - Aaron Sorkin

Best Performance by an Actress in a Mini-Series or a Motion Picture Made for Television
Claire Danes for Temple Grandin (2010) (TV)

Best Performance by an Actor in a Mini-Series or a Motion Picture Made for Television
Al Pacino for You Don't Know Jack (2010) (TV)

Best Performance by an Actress in a Motion Picture - Musical or Comedy
Annette Bening for The Kids Are All Right (2010)

Best Animated Film
Toy Story 3 (2010)

Best Original Score - Motion Picture
The Social Network (2010) - Trent Reznor, Atticus Ross

Best Original Song - Motion Picture
Burlesque (2010/I) - Diane Warren("You Haven't Seen The Last of Me")

Best Television Series - Drama
"Boardwalk Empire" (2009)

Best Performance by an Actor in a Television Series - Drama
Steve Buscemi for "Boardwalk Empire" (2009)

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Series, Mini-Series or Motion Picture Made for Television
Chris Colfer for "Glee" (2009)

Best Mini-Series or Motion Picture Made for Television
"Carlos" (2010)

Best Performance by an Actress in a Television Series - Drama
Katey Sagal for "Sons of Anarchy" (2008)

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture
Christian Bale for The Fighter (2010)

@ Instruksi Presiden Terkait Kasus Gayus

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya membahas kasus mafia pajak Gayus Tambunan dalam rapat kabinet terbatas, Senin (17/1). Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono mengeluarkan instruksi yang dituangkan dalam Instruksi Presiden [baca: Soal Gayus, Presiden Keluarkan Instruksi Khusus]

Presiden menginstruksikan penuntasan kasus Gayus, termasuk sanksi bagi pihak yang bersalah. Menurutnya ada sejumlah penyimpangan dalam kasus Gayus, baik di lingkungan pajak, peradilan, maupun keimigrasian. "Terjadinya penyimpangan dan pelanggaran pada kasus itu. Dalam hal ini kepolisian, kejaksaan, dan direktorat jenderal pajak," ujar Presiden Yudhoyono.

Berikut instruksi yang disampaikan presiden terkait kasus Gayus:

1. Polri/kejaksaan/Kemenkumham dan Kemenkeu segera tuntaskan kasus Gayus dengan melibatkan KPK dan PPATK

2. Dorong KPK untuk tangani kasus yang belum ditangani polisi

3. Audit kinerja pada lembaga yang terkait dengan kasus Gayus

4. Penegakan hukum yang adil dan tidak pandang bulu

5. Penegakan hukum dengan metoda pembuktian terbalik

6. Kembalikan uang dan aset negara

7. Mutasi dan pencopotan bagi yang bersalah

8. Penataan lembaga, organisasi, atau pejabat yang bersalah

9. Tinjau ulang sistem kerja

10.Laporan berkala penuntasan kasus Gayus

11. Jelaskan kepada masyarakat luas terkait kasus Gayus

12. Tugaskan Wapres bersama Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk pengawasan

Masyarakat berharap pemerintah serius menuntaskan dan mengungkap mereka yang terlibat dalam mafia pajak. Jika tidak, kasus Gayus hanya menjadi dagelan belaka dan jangan salahkan masyarakat jika tak lagi percaya dengan pemerintah.(ULF)

@ Jangan Malu Pasang Foto 'Jelek' di Facebook

VIVAnews - Kala ingin memperbarui foto profil di Facebook atau Twitter, mayoritas orang konsen mencari gambar fisik atau wajah paling menarik. Sesuatu yang dianggap kekurangan seperti hidung besar, pipi tembem, atau berat badan berlebih pun berusaha disamarkan.

Sekali-sekali coba lakukan sebaliknya. Ekspos 'kekurangan' tersebut. Kenapa? Kekurangan ternyata bisa membawa berkah sendiri.

Menurut temuan terbaru situs kencan dalam jaringan, OKCupid, dengan menampilkan foto yang Anda nilai 'tak pantas', Anda memiliki peluang lebih besar mencuri perhatian orang lain.

Ini berdasar analisis pola pesan dan suara 43 ribu wanita yang menggunakan jejaring sosial. Jika seseorang merasa dirinya tak cantik, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mengekspos wajah paling jelek dengan mimik lucu atau menarik. Bagi mereka, berpose 'manis' jarang bermanfaat menjaring kencan potensial.

Bagaimana bisa? Menurut Christian Rudder dari OKCupid, berlawanan dengan pandangan umum, pria akan lebih banyak mengirim pesan kepada wanita yang dinilai 'tidak menarik'. Ini tak lebih dari sekadar kompetisi. "Anggaplah seorang pria menyukai seorang wanita. Jika ia mencurigai tak ada pria lain tertarik, berarti persaingan berkurang," ucapnya seperti dikutip dari Yourtango.

Ia menyarankan agar wanita merasa percaya diri dan tidak bersembunyi di balik foto palsu. Dari survei ditemukan, kejujuran sangat penting mencipta peluang kencan yang berawal dari media sosial. Jadi, benarlah nasehat bijak yang menyatakan, "Keindahan berasal dari mata yang memandangnya."

@ Lelaki Ini 15 Tahun Cari Pembunuh Anaknya

VIVAnews - Fransisco Holgado, lelaki 66 tahun yang selalu berpakaian serba hitam dan memiliki dua kepribadian. Siang dia menjadi seorang ayah, malam dia menjadi pemburu pembunuh anaknya.

Ini adalah tahun ke 15 sejak anaknya, Juan Holgado, terbunuh dengan lebih dari 30 tusukan. Seperti dilansir dari laman Associated Press, Sabtu, 15 Januari 2011, Fransisco Holgado menghitung setiap tahun kematian anaknya tersebut di sebuah tembok di kota Jerez De La Frontera, Spanyol.

Pada tembok itu tertulis “14 tahun. Keadilan untuk Juan Holgado”. Holgado menimpa angka 14 tahun dengan cat putih dan menggantinya dengan angka 15 tahun. Selama itu pula, Holgado berjuang mencari pembunuh anaknya sampai ke sarang bromocorah di kota yang terletak di Spanyol selatan itu.

Holgado mengambil pensiun dini di kantornya demi melancarkan misinya. Istrinya bahkan menceraikannya, dan ketiga anaknya mulai mengacuhkannya. Dengan menggunakan wig murahan, kacamata dan sebuah topi, Holgado menyamar dan mendekati semua penjahat di lokasi tersebut.

“Apa yang harus seorang ayah lakukan? Seorang ayah yang anaknya dibunuh tidak bisa hanya duduk di rumah. Dia harus menemukan pembunuhnya, bahkan mengorbankan nyawanya jika diperlukan,” ujar Holgado yang setiap hari ziarah ke makam anaknya, dan sampai saat ini, Holgado masih mengenakan pakaian hitam-hitam, tanda berkabung.

Juan Holgado, 26, terbunuh pada 22 November 1995 saat bekerja di sebuah pompa bensin. Dia ditemukan bersimbah darah dengan puluhan tusukan. Pembunuhnya berhasil kabur setelah mengacak-acak toko di pompa bensin dan melarikan uang beberapa ratus dolar, beberapa pak rokok, dan beberapa botol minuman alkohol.

Penyelidikan kematiannya terbentur kurangnya barang bukti pada penyidikan. Tempat kejadian perkara (TKP) yang semula penuh dengan darah, pecahan kaca, dan bekas perkelahian telah dibersihkan pemilik pompa bensin. Beberapa fotografer dan wartawan juga merusak TKP. Sidik jari tersangka juga telah hilang tanpa bekas. Inilah yang menyebabkan pengadilan tidak bisa menangkap satu orang pun hingga saat ini.

Demi mendapatkan informasi dari lokasi kejahatan. Helgado menyamar menjadi Pepe. Dia berhasil berteman dengan para pengedar obat-obatan terlarang, perampok, dan pelacur. Semuanya demi mendapatkan informasi mengenai pelaku. Bak agen mata-mata, semua percakapan dengan mereka direkamnya dengan apik di sebuah kaset.

Terdapat puluhan rekaman dalam kaset berdurasi 60 menit. Empat orang tersangka telah berhasil dia tangkap, namun semuanya akhirnya dibebaskan karena kurang bukti. Seorang pemuda yang paling dicurigainya adalah Pedro Asencio, pemuda ini mengaku kepada Pepe telah membakar bajunya yang berlumuran darah kala itu, dia juga mengatakan akan membunuh Fransisco Helgado.

Namun bukannya melampiaskan kekesalannya pada Asencio, Helgado malah menyelamatkan nyawanya. Ketika itu keduanya tengah berkendara, Asencio yang tengah mabuk melihat seekor kelinci dan tiba-tiba mengejarnya. Mabuk, Asencio tercebur ke sungai dan meminta pertolongan. Helgado menolongnya tanpa pikir panjang.

“Apa yang harus aku lakukan? Jika dia tenggelam, tidak ada yang akan tahu pembunuhnya. Saya ingin melihat ini sampai akhir, saya tidak ingin setengah-setengah,” ujar Helgado.

Namun, Asencio dibebaskan karena kurang bukti. Saat ini, Asencio entah ke mana, Helgado terus mencari bukti pendukung.

Helgado terkenal karena kenekatannya di acara-acara publik. Dia pernah berdiri di tengah rel kereta untuk menghentikan kereta ke Madrid. Dia menempeli kota dengan poster dan mencoret-coret gedung menuntut keadilan.

Dia juga dua kali pernah mengganggu jalannya pertandingan sepakbola dengan berlari ke tengah lapangan membawa banner dan bunga carnation, yang berarti dia tidak akan melupakan anaknya. “Dia adalah pejuang yang gigih,” ujar kawan Helgado, Pablo Berrera, 33, seorang bartender.

By :
Free Blog Templates