Senin, 17 Januari 2011

@ definisi web 2.0

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

DEFINISI WEB 2.0

Web 2.0 bukanlah kata yang familiar bagi pengguna internet. Masih banyak pengguna yang mempertanyakan maksud dan manfaat dari penggunaan Web 2.0, terutama jika dibandingkan dengan web yang telah mereka kenal selama ini. Ketika Web 2.0 disebut sebagai tahap kedua dari perkembangan web yang telah ada saat ini, muncul kekhawatiran akan tidak kompatibelnya versi web tersebut dengan program web browser yang dimiliki pengguna. Padahal tidak ada satupun teknologi di sisi pengguna (client) yang perlu di-upgrade untuk dapat mengakses web tersebut. Perkembangan web 2.0 lebih menekankan pada perubahan cara berpikir dalam menyajikan konten dan tampilan di dalam sebuah website. Sebagian besar cara berpikir tersebut mengadaptasi gabungan dari teknologi web yang telah ada saat ini.

Walaupun definisi mengenai Web 2.0 masih belum secara utuh diformulasikan

sampai hari ini, ada pihak yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog (Konek edisi 5 Februari 2006). Dengan adanya RSS di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.

Namun O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa Web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software - software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi Web 2.0 pada tahun 2005.

SUMBER

http://www.deptan.go.id/pusdatin/admin/RB/Internet/web20.pdf

DEFINISI WEB 2.0

Seorang programmer akan bicara panjang lebar dan kemudian merujuk pada Ajax dan Web Services. Bagi marketer, web2.0 hanyalah sebuah buzzword dari makin beragamnya user experience. Bagi mereka yang anti-Microsoft, itu bermakna mengganti desktop sebagai computing platform. Ada juga yang berpendapat istilah itu untuk generasi kedua servis berbasis Internet seperti situs jaringan sosial seperti Friendster, Wikis, Communications Tools dan folskonomies. Ada yang menggampangkan dengan mengartikan Web2.0 = Web1.0+Web1.0.

Jika Web1.0 adalah mengenai diri kita sendiri, maka Web2.0 adalah mengenai saling interaksi antara diri kita sendiri dan orang lain. Diandaikan juga, ketika dulu di restoran disodori menu makanan tapi sekarang silahkan ngambil sendiri (prasmanan). Majalah Information Week (09/2007) memberi definisi “Web 2.0 is all the Websites out there that get their value from the actions of users”. Jadi inti dari sebuah web 2.0 adalah keterlibatan user dan kecanggihan web tersebut dalam kolaborasi, interaksi dan melayani user. Contohnya adalah usaha pembaca dalam berkomentar dan trackbacks di blog. Dari sisi web, adalah adanya RSS di dalam Blog dimana semua informasi Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.

User yang paling awampun tidak hanya sekedar bisa membaca halaman web tetapi juga bisa buat dan merespon sebuah content. Mau komentar mudah. Mau bikin blog mudah. Mau jadi member dan menambah teman di Friendster mudah. Tidakperlu ngerti programming atau web desin untuk melakukan itu semua. Jika Web1.0 adalah dunianya web programmer dan web designer, maka Web2.0 adalah dunianya user, ada pihak yang mengatakan bahwa Web 2.0 lebih menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita lihat selama ini dalam dunia Blog.

Dengan adanya RSS (adalah teknologi penyampai berita. Kepanjangan RSS : Really Simple Syndication) di dalam Blog, informasi-informasi di dalam sebuah Blog dimungkinkan dapat diadaptasi, dikoleksi, dan di-share untuk menjadi bagian dari Blog lainnya.
Namun O’Reilly dan MediaLive International menekankan bahwa Web 2.0 merupakan sebuah platform bagi aplikasi. Mereka mendeskripsikan hal ini sebagai sebuah software yang berjalan melalui media internet dengan bantuan web browser dan tidak perlu diinstalasi terlebih dahulu seperti software-software yang umumnya kita gunakan sehari-hari. Bahkan konsep mengenai sistem operasi di dalam web juga masuk dalam definisi tersebut di dalam konferensi Web 2.0 pada tahun 2005.

SUMBER

http://cenggiap.net/?p=40

@ jawaban soal

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

JAWABAN TUGAS DOI

1. Is there a basic human need to organize?

Ada, karena sebenarnya organisasi adalah kemampuan dasar oleh manusia. Kebutuhan yang utama yang harus diorganisir adalah informasi dan pengetahuan. Dalam proses pembelajarannya dan seiring berjalannya waktu, manusia semakin terampil dalam hal kemampuan untuk mengatur sesuatu. Jadi, proses pembelajaran manusia didasari oleh ilmu untuk menganalisa dan mengorganisir data,informasi dan pengetahuan.

2. Why do we need to organize?

Dari organisasi manusia bisa hidup. Karena pengorganisasian dibutuhkan untuk mendapatkan kemudahan untuk mencari kembali apa yang sudah kita simpan. Contoh: meja belajar, kita harus mengatur buku-buku kita supaya pada saat kita belajar dapat kita tidak sulit mencari buku yang dicari.

3. What is organization of recorded information?

Pengorganisasia terekam adalah sebuah urutan langkah dimana urutan tersebut bermula dari mendapatkan informasi terekamnya kemudian memilah-milahnya sesuai dengan klasifikasi dan katagori lalu menempatkannya pada tempat-tempat yang telah ditentukan lokasinya sehingga untuk mendapatkannya kembali akan lebih mudah dengan mengetahui lokasinya saja. Dapat juga Recorded Information atau informasi yang terekam merupakan suatu informasi, kegiatan, atau pelaksanaan suatu kegiatan yang lengkap dan sah.

4. How is organization of information in the different environments?:

a. Libraries

perpustakaan berawal dari proses yang disebut pengembangan koleksi. Yang dapat dilakukan dengan ada 3 cara yaitu, pertama pustakawan mencari tau tentang keberadaan karya-karya baru melalui review, pengumuman penerbit, permintaan dari pemustaka, dsb. Kedua, hadiah yang diberikan perpustakaan. Ketiga, rencana yang telah disetujui dan disusun dengan para penjual buku untuk memasukan bahan pustaka baru yang telah dipilih sebelumnya. Dan tententunya jurnal2 akan tetap dijadikan sebagai koleksi. Setelah bahan perpustakaan tiba di perpustakaan, pihak perpustakaan atau pengelola perpustakaan dapat mengklasifikasikan berdasarkan subjeknya. Pembuatan katalog dan oenempelan data buku seperti call number dan stiker pengaman. Setelah proses klasifikasi selesai, buku akan diletakkan pada rak-rak tertentu.

b. Arcieves

Koleksi2 arsip adalah koleksi yang unik karena tidak ada duplikatnya. Koleksi2 arsip merupakan data personal, naskah asli, dan laporan tahunan, dan lain –lain. Baik dalam bentuk teks, ide, suara, kertas. Arsip juga memanfaatkan database untuk sampai ke koleksi2nya seperti perpustakaan. Database tsbt berisi desccription of archival material dalam berbagai bentuk seperti accession record, finding aid, dan catalog record. Arsip menggunakan sistem akses tertutup dimana hanya staf yang bisa mengambil arsip di kumpulannya dan hanya boleh dibaca ditempat.

c. Museum and art galleries

dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat

d. The internet

Suatu pengorganisasian rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol).

e. Data administration and office environment

pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan

@ contoh bibliografi

PUTRI APRILIA

1006707734

KELAS C

Jawaban Tugas DOI

1. Bibliografi Nasional

001 – Ilmu Pengetahuan Umum

001.42

Metologi penelitian sosial dan pendidikan : teori – aplikasi / Nurul Zuriah, -- Jakarta : Bumi Aksara, 2006. Ix, 291 hlm. ; 23 cm

Termasuk bibliografi ISBN 979-526-859-7

Sumber : Bibliografi Nasional Indonesia, Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, tahun terbit buku 2007.

2. Katalog Perpustakaan

015 Larsen Kund

Lar National bibliographical service ; their creation and operation. / paris / Unesco / 1953 / x, 142 p.

Sumber : katalog perpustakaan gedung 8

3. Katalog Induk

Hiro, Dilip War without end : the rise of islamist terorism and global response / by DILIP Hiro. – London : Routledge, 2002. Xxiv, 513 hlm. ; 20 cm

JKPKKOM

Sumber : Katalog Induk Nasional = National Union Catalog, Jakarta : Perpustakaan Nasional RI, tahun terbit buku 2004.

4. Indeks

Social Interaction

0022 Komukasi yang baik antar karyawan ( Good communication among employees ) / Bahri, Syamsul, Teknika. 3 ( 2 ) 1993 : 170 – 173

Sumber : Indeks Majalah Ilmiah Indonesia, Jakarta : Pet Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, 1981.

5. Indeks dan Abstrak

66635. ARBESMAN, CARL E. JOHN I. WYPYCH, ROBERT E. REISMAN and ERNST H. BEUTNER. ( 100 High St, Bufallo, N. Y. 14203, USA. ) IgE levels in sera of patients with pemphigus or bullous pemphigoid. AECH DERMATOL 110 ( 3 ) : 378 – 381. 1974. [ in Engl. With Engl. Summ. ] – elevated serum ig [ immunoglobin ] E levels were present in pemphigoid patients but not in those with pemphigus. The exact pathophysiologic or immunologic explanation of the elevated serum IgE levels in pemphigoid has not been determinated yet.

Sumber : BIOLOGICAL ABSTRACTS, Philadephia, Pennsylvania 19103 U.S.A, tahun terbit 1974

Minggu, 16 Januari 2011

@ RESOURCE DESCRIPTION AND ACCESS

Resource Description and Access adalah upaya untuk mengembangkan aturan standar katalogisasi yang akan menggantikan American Anglo Cataloging Rules. Resource Description and Access dikembangkan oleh JSC yang diterbitkan pada tahun 1978. Resource Description and Access ini adalah suatu rencana strategis yang untuk menggantikkan AACR ( Anglo American Catalog Rules ).

RDA adalah sebuah pengembangan yang penting dalam penciptaan katalog yang lebih baik dan sistem sumber daya penemuan. Ini menyediakan untuk menciptakan metadata yang memenuhi kebutuhan pengguna untuk konten data dan juga memfasilitasi mesin manipulasi data untuk mencari dan menampilkan.

RDA berfokus pada elemen data yang diperlukan untuk memenuhi tugas pengguna ditentukan dalam FRBR (Functional Requirements for Authority Records) dan FRAD (Functional Requirements for Authority Records) model konseptual. Penggunaan konsep FRBR memungkinkan hubungan antara versi beberapa sumber daya yang akan disajikan ke pengguna dengan cara yang berarti.

Resorce Description and Access suatu akses yang untuk menuju sumber deskriptif. AKG menyediakan seperangkat pedoman dan petunjuk tentang merumuskan data untuk mendukung penemuan resource. AKG menyediakan seperangkat pedoman dan instruksi yang mencakup semua jenis isi dan media.

Rencana strategis pertama kali dikembangkan untuk AACR pada tahun 2002, dan direvisi setiap tahun dan dipantau setiap tahunnya. Rencana Strategis saat ini telah direvisi untuk mencerminkan tujuan dan strategi untuk pengembangan Resource Description and Access.

Tujuan Resource Description and Access adalah akan menjadi standar baru untuk sumber daya deskripsi dan akses yang dirancang untuk dunia elektronik atau digital. Resorce Description and Access dibuat dengan berdasarkan yang ditetapkan oleh American Anglo Catalog Rules (AACR).

AKG akan memberikan seperangkat pedoman dan petunjuk tentang gambaran Resource Description and Access yang mencakup semua jenis isi dan media. Resorce Description and Access akan memungkinkan pengguna katalog perpustakaan dan sistem lain dari organisasi informasi untuk menemukan, mengidentifikasi, pilih, dan memperoleh sumber daya yang sesuai untuk kebutuhan informasi mereka.

Ruang Lingkup dan Prinsip

Mendasari AKG adalah model konseptual FRBR dan FRAD, sebuah dokumen yang dikembangkan yang mendefinisikan ruang lingkup dan struktur RDA dalam hubungannya dengan model konseptual yang menjadi dasar, dan dalam hubungannya dengan model yang dikembangkan oleh inisiatif metadata lainnya. Ada juga dokumen pelengkap sebuah RDA Elemen Analisis dan, FRBR dan FRAD pemetaan.

JSC (Join Steering Committee) for development of RDA berkomitmen untuk memastikan bahwa metadata yang dihasilkan menggunakan RDA akan dibentuk dengan baik, yaitu instruksi yang disediakan untuk mencatat nilai unsur, kosakata terkontrol digunakan jika sesuai, dan struktur keseluruhan diatur oleh model formal. Dokumen-dokumen ini telah dikeluarkan untuk JSC dan Editor untuk menyebut, dalam proses pengembangan RDA, untuk memastikan hal ini bertujuan dipenuhi. Selain itu, kami berharap bahwa dokumen-dokumen ini akan bermanfaat bagi masyarakat web metadata dan semantik dan dalam diskusi yang sedang berlangsung kami dengan komunitas ini.

AKG Resource Description and Access memiliki Tujuan dan Prinsip, yaitu:

Pernyataan tujuan dan prinsip untuk RDA yang berikut telah digunakan untuk mengarahkan pengembangan konten untuk rilis pertama dari RDA. Perlu dicatat bahwa sementara pernyataan tujuan dan prinsip-prinsip berfungsi untuk memberikan pedoman menyeluruh bagi perkembangan RDA, trade-off terkadang harus dibuat antara satu prinsip dan lainnya. Sebagai contoh, prinsip keseragaman perlu diimbangi dengan prinsip penggunaan umum, prinsip akurasi perlu diimbangi dengan prinsip representasi, dll

1. Tujuan dan Prinsip-Prinsip Desain RDA

Tujuan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam bagian ini adalah mereka yang mengatur keseluruhan desain AKG sebagai standar untuk deskripsi sumber daya dan akses. Mereka Alamat hal cakupan,, mata uang formulasi, dll.

§ Tujuan

® Kelengkapan

Pedoman dan instruksi harus mencakup semua jenis sumber daya dan semua jenis isi diwakili dalam katalog atau perkakas semacam.

® Konsistensi

Pedoman dan instruksi harus konsisten dalam formulasi mereka.

® Kejelasan

Pedoman dan instruksi harus jelas dan ditulis dalam bahasa Inggris. Mereka harus jelas berkenaan dengan konsep dasar, terminologi, dan ruang lingkup aplikasi.

® Rasionalitas

Pedoman dan instruksi harus mencerminkan rasional, bukan keputusan sewenang-wenang.

® Mata Uang

Pedoman dan instruksi harus responsif terhadap perkembangan baru mempengaruhi jangkauan, sifat, dan karakteristik sumber daya dan jenis konten tertutup, dan munculnya jenis baru sumber daya dan konten.

® Kesesuaian

Pedoman dan instruksi harus kompatibel dengan internasional didirikan prinsip, model, dan standar.

® Penyesuaian

Pedoman dan instruksi harus setuju untuk adaptasi oleh berbagai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka.

® Kemudahan dan efisiensi penggunaan

Pedoman dan instruksi harus mudah dan efisien untuk digunakan.

® Format

Pedoman dan instruksi harus setuju untuk presentasi dalam baik cetak konvensional format atau dalam format digital mewujudkan fitur-fitur seperti hypertext link, menampilkan selektif, dll

§ Prinsip

® Generalisasi Untuk setiap elemen deskripsi pedoman dan instruksi harus menyediakan petunjuk dasar substantif yang berlaku untuk semua jenis sumber daya. Pedoman dan petunjuk pada hubungan harus menyediakan substantif dasar instruksi yang berlaku untuk semua jenis konten. Pedoman dan instruksi pada titik kontrol akses harus menyediakan substantif dasar instruksi yang berlaku untuk semua jenis nama dan judul akses poin.

® Kekhususan Jika diperlukan, pedoman dan instruksi harus menyediakan tambahan penerbitan instruksi khusus yang berlaku untuk jenis isi media, cara, hubungan, nama, judul, dll.

® Non-redundansi

Pedoman dan instruksi harus menghindari pengulangan yang tidak perlu.

® Terminologi

Terminologi yang digunakan dalam pedoman dan instruksi harus konsisten dengan konsep dan istilah yang didefinisikan dalam Persyaratan Fungsional Bibliografi Records dan Persyaratan Fungsional Data Authority.

® Referensi struktur

Struktur referensi yang terkandung dalam pedoman dan instruksi harus konsisten dalam desain keseluruhan dan berfungsi sebagai sarana efisien menunjukkan lokasi pedoman tambahan dan instruksi yang mungkin relevan dengan penerapan pedoman atau instruksi dari referensi yang dibuat.

2. Fungsi Records Diproduksi Menggunakan RDA

Tujuan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam bagian ini adalah mereka yang berhubungan dengan fungsionalitas data deskriptif dan titik kontrol akses data yang dihasilkan melalui penerapan pedoman RDA dan instruksi. Mereka membahas masalah tanggap terhadap kebutuhan pengguna, efisiensi biaya, dll

§ Tujuan

® Tanggap terhadap kebutuhan pengguna

Data harus memungkinkan pengguna untuk:

· menemukan sumber daya yang sesuai dengan yang lain mencari pengguna kriteria;

· menemukan semua sumber daya yang mewujudkan suatu pekerjaan tertentu atau ekspresi tertentu

· menemukan semua sumber daya terkait dengan keluarga, orang tertentu, atau perusahaan badan;

· menemukan semua sumber daya pada suatu subjek tertentu;

· menemukan karya, ekspresi, manifestasi, dan item yang berhubungan dengan yang diambil dalam menanggapi pengguna mencari;

· menemukan orang, keluarga, dan badan-badan hukum yang sesuai dengan pengguna lain pencarian kriteria;

· menemukan orang, keluarga, atau badan hukum yang terkait dengan orang tersebut, keluarga, atau badan hukum diwakili oleh data yang diambil dalam menanggapi pengguna pencarian mengidentifikasi sumber daya dijelaskan (yaitu, pastikan bahwa sumber daya yang digambarkan sesuai dengan sumber daya yang dicari, atau membedakan antara dua atau lebih sumber daya dengan karakteristik yang sama atau serupa);

· mengidentifikasi orang, keluarga, atau badan hukum diwakili oleh data (Yaitu, pastikan bahwa entitas yang dijelaskan sesuai dengan entitas yang dicari, atau membedakan antara dua atau lebih entitas dengan yang sama atau serupa nama, dll);

· pilih sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan sehubungan dengan karakteristik fisik dari pembawa dan memformat dan pengkodean informasi yang tersimpan pada operator;

· pilih sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan mengenai bentuk, dimaksudkan penonton, bahasa, memperoleh sumber daya (yaitu, memperoleh sumber daya melalui pembelian, pinjaman, dll, atau mengakses sumber daya secara elektronik melalui koneksi online ke remote komputer);

· memahami hubungan antara dua atau lebih entitas; memahami hubungan antara entitas yang dijelaskan dan nama oleh dimana entitas yang diketahui (misalnya, bentuk bahasa yang berbeda dari nama);

· mengerti mengapa nama tertentu atau judul telah dipilih sebagai pilihan nama atau judul untuk entitas.

® Efisiensi biaya

Data harus memenuhi persyaratan fungsional untuk mendukung tugas-tugas pengguna dalam biaya efisien.

® Keluwesan

Data harus berfungsi secara independen dari format, media, atau sistem yang digunakan untuk menyimpan atau berkomunikasi data. Mereka harus setuju untuk digunakan dalam berbagai lingkungan.

Kontinuitas

® Data harus setuju untuk integrasi ke database yang ada.

§ Prinsip

® Diferensiasi

Data menggambarkan sumber daya harus membedakan sumber daya yang dari lain sumber daya. Data menggambarkan suatu entitas yang terkait dengan sumber daya harus membedakan bahwa entitas dari entitas lain, dan dari identitas lain yang digunakan oleh entitas yang sama.

® Kecukupan

Data menggambarkan sumber daya harus cukup untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehubungan dengan pemilihan sumber daya yang tepat.

® Hubungan

Data menggambarkan sumber daya harus menunjukkan hubungan yang signifikan antara sumber daya yang digambarkan dan sumber daya lainnya. Data menggambarkan suatu entitas yang terkait dengan sumber daya harus mencerminkan semua bibliografi signifikan hubungan antara entitas dan entitas seperti lainnya.

® Perwakilan

Data menggambarkan sumber daya harus mencerminkan representasi sumber daya dari sendiri. Nama atau bentuk nama yang ditunjuk sebagai nama pilihan bagi seseorang, keluarga, atau badan hukum harus merupakan nama atau bentuk nama yang paling umum ditemukan pada sumber daya terkait dengan orang, keluarga, atau badan hukum, atau diterima dengan baik-nama atau bentuk nama dalam bahasa dan script disukai oleh agen menciptakan data. Lain nama dan bentuk lain dari nama yang ditemukan pada sumber daya terkait dengan orang, keluarga, atau badan hukum atau dalam sumber referensi, atau bahwa pengguna mungkin diharapkan untuk digunakan saat melakukan pencarian, harus dicatat sebagai nama varian. Judul ditunjuk sebagai judul pilihan untuk bekerja harus menjadi judul yang paling sering ditemukan dalam sumber daya yang memiliki pekerjaan dalam bahasa aslinya, yang judul sebagaimana ditemukan dalam sumber-sumber referensi, atau judul yang paling sering ditemukan dalam sumber daya mewujudkan pekerjaan. judul lain yang ditemukan dalam sumber daya yang memiliki pekerjaan atau dalam sumber referensi, atau bahwa pengguna mungkin diharapkan untuk digunakan saat melakukan pencarian, harus dicatat sebagai judul varian.

® Ketepatan Data menggambarkan sumber daya harus memberikan informasi tambahan kepada benar atau mengklarifikasi, tidak dapat dimengerti, atau menyesatkan representasi dibuat ambigu pada sumber informasi membentuk bagian dari sumber daya itu sendiri.

® Attribution

Data rekaman hubungan antara sumber daya dan orang, keluarga, atau badan hukum yang terkait dengan sumber daya yang harus mencerminkan atribusi dari tanggung jawab dilakukan baik dalam sumber daya itu sendiri atau dalam sumber-sumber referensi, terlepas dari apakah atribusi tanggung jawab adalah akurat.

® Common penggunaan atau praktek

Data yang tidak ditranskripsi dari sumber daya itu sendiri harus mencerminkan penggunaan umum dalam bahasa dan script disukai oleh instansi yang menciptakan data. Bagian dari nama seseorang atau keluarga yang digunakan sebagai elemen pertama dalam rekaman nama pilihan untuk orang atau keluarga harus mencerminkan konvensi yang digunakan dalam negara dan bahasa yang paling dekat hubungannya dengan orang atau keluarga.

® Keseragaman

Lampiran pada huruf besar, singkatan, urutan unsur-unsur, tanda baca, dll, harus melayani untuk mempromosikan keseragaman dalam penyajian data yang menggambarkan sebuah sumber daya atau badan yang terkait dengan sumber daya.

Tujuan Resorce Description and Access dalam jangka panjang adalah sebagai berikut :

1. Pedoman dan petunjuk dalam RDA akan dirancang untuk:

® Menyediakan kerangka kerja yang konsisten, fleksibel dan ekstensi untuk kedua deskripsi teknis dan konten semua jenis sumber daya dan semua jenis konten.

® Kompatibel dengan prinsip-prinsip internasional didirikan, model, dan standar.

® Dapat digunakan terutama dalam komunitas perpustakaan, tetapi mampu adaptasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik komunitas-komunitas lain.

2. Deskripsi dan jalur akses yang dihasilkan melalui penerapan pedoman dan instruksi RDA akan :

® Memungkinkan pengguna untuk menemukan, mengidentifikasi, pilih, dan memperoleh sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan informasi mereka.

® Kompatibel dengan gambaran itu dan jalur akses yang dibuat menggunakan AACR2, dan hadir dalam ada katalog dan database.

® Menjadi independen dari media, format atau sistem yang digunakan untuk menyimpan atau berkomunikasi data.

® Menjadi mudah beradaptasi dengan struktur database yang baru muncul.

3. RDA akan dikembangkan sebagai standar deskripsi sumber yaitu dengan :

® Dioptimalkan untuk digunakan sebagai alat online (meskipun edisi cetak juga akan dipublikasikan).

® Ditulis dalam bahasa Inggris, dan dapat digunakan dalam komunitas bahasa lain.

® Mudah dan efisien untuk digunakan, baik sebagai alat kerja dan untuk tujuan pelatihan.

Strategi yang digunakan untuk pencapaian tujuan tahun 2005-2009 :

1. Untuk memastikan bahwa panduan dan petunjuk dalam RDA memenuhi tujuan untuk konsistensi, fleksibilitas, dll, diuraikan di bawah ini dengan tujuan pertama yang tertera di atas, maka dilakukan dengan cara:

® Menyelesaikan masalah yang terkait dengan kelas konsep materi dan isu terkait GMD.

® Menyelesaikan sisa masalah yang terkait dengan katalogisasi sumber daya yang berubah dari waktu ke waktu, termasuk sumber daya multipart.

® Merevisi dan memodernisasi terminologi untuk menghilangkan jargon perpustakaan yang tidak perlu, dan menghilangkan terminologi ambigu dan tidak konsisten.

® Perluas konsistensi dalam deskripsi teknis dan konten, dan menghilangkan redundansi yang tidak perlu.

® Review dan memperbarui seluruh contoh RDA.

® Sertakan pernyataan prinsip-prinsip RDA, dan deskripsi fungsi katalog, dan berhubungan ini pada Pernyataan Prinsip Internasional Katalog.

® Menyelaraskan struktur, konsep dan terminologi petunjuk lebih langsung dengan model Functional Requirements for Bibliographic Records (FRBR) dan Fungsional Persyaratan untuk Otoritas Data (FRAD).

® Meningkatkan cakupan materi seperti sumber daya digital, benda tiga dimensi, materi visual, manuskrip dan arsip.

® Mengidentifikasi dan secara aktif melibatkan masyarakat deskripsi sumber daya lainnya dan stakeholder lainnya dalam pengembangan RDA sesuai dengan rencana komunikasi RDA.

® Berkonsultasi dengan masyarakat lainnya (arsip, museum, penerbit, pendidik, buku dealer, ILS vendor, dll) dalam upaya untuk mencapai tingkat efektif keselarasan antara RDA dan standar metadata yang digunakan dalam komunitas tersebut.

2. Untuk memastikan bahwa deskripsi dan jalur akses yang dihasilkan melalui penerapan RDA memenuhi tujuan untuk fungsionalitas, kompatibilitas, dll, yang diuraikan di bawah Tujuan 2 di atas, kita akan:

® Langsung berhubungan unsur poin deskripsi dan akses ke tugas-tugas pengguna yang mereka dukung.

® Merevisi petunjuk untuk memudahkan kolokasi di FRBR kerja dan tingkat ekspresi.

® Memasukkan konsep kontrol otoritas.

® Merevisi instruksi yang berkaitan dengan pilihan jalur akses untuk menangani masalah yang terkait dengan konsep "kepengarangan" seperti saat ini tercermin dalam AACR2 dan pembatasan yang diberlakukan oleh "aturan dari tiga".

® Pisahkan petunjuk pada pencatatan data dari orang-orang pada penyajian data.

3. Untuk memastikan bahwa RDA dikembangkan sebagai standar deskripsi sumber daya yang memenuhi tujuan untuk kemudahan dan efisiensi penggunaan diuraikan di bawah Tujuan 3 di atas, maka dilakukan dengan cara :

® Bekerja dengan pengembang produk online untuk mengembangkan sebuah alat online sesuai dengan spesifikasi fungsional yang mencerminkan bagaimana RDA akan digunakan.

® Menyediakan dalam latar belakang konseptual RDA untuk membantu pengguna petunjuk untuk memahami proses yang harus diikuti

® Menulis teks baru dalam bahasa Inggris, dan merevisi teks yang sudah ada bila memungkinkan.

® Menyediakan Istilah direvisi, dan memasukkan definisi ke dalam teks di mana diperlukan.

® Konsultasikan dengan pendidik dan pelatih, dan rencana untuk kegiatan yang mendukung pelaksanaan RDA.

4. Untuk memastikan bahwa RDA siap untuk rilis di tahun 2009, kami akan:

® Mengembangkan, menerapkan dan memelihara Rencana Bisnis.

® Membentuk struktur manajemen proyek yang efektif, termasuk penunjukan manajer proyek.

® Saldo masukan masyarakat dengan kebutuhan untuk RDA siap untuk dipublikasikan dalam kerangka waktu.

® Mempekerjakan manajemen risiko yang sesuai proses.

DAFTAR PUSTAKA

§ Web organisasi. ”Resource Description and Access”. Style Sheet. http://www.rdatoolkit.org. (14/Januari/2011).

§ Web organisasi. ”JSC - RDA”. Style Sheet. http://www.rda-jsc.org/rda.html. (14/Januari/2011)

§ We organisasi. ”RDA”. Style Sheet. http://www.nla.gov.au/lis/stndrds/grps/acoc/rda.html. (14/januari/2011)

§ ALA Cataloging Rules for Author and Title Entries . 2d ed. edited by Clara Beetle. Chicago: American Library Association, 1949.

By :
Free Blog Templates